• Facebook
  • Twitter

Jumat, 25 Mei 2012

Microsoft Buka Jejaring Sosial So.cl

VIVAnews - Microsoft membuka jejaring sosialnya, So.cl, untuk umum. Sebelumnya, ini merupakan jejaring sosial yang khusus dibuatuntuk pelajar dan terbatas bagi undangan di sejumlah kampus serta sekolah di Amerika Serikat.

 
So.cl didesain agar penggunanya bisa share dan memberikan komentar terhadap pencarian yang mereka lakukan. Situs ini juga memungkinkan penggunanya untuk terhubung dengan orang-orang yang memiliki kesukaan sama.

Mengutip laman BBC, Microsoft mengatakan situs ini dikembangkan oleh Fuse Labs, sebagai unit proyek riset. "Difokuskan untuk eksperimen sosial dan pembelajaran di masa depan," tulis Microsoft.

Pengguna jejaring sosial ala Microsoft pun diundang untuk membuat "kolase konten" menggunakan teknologi mesin pencari milik Microsoft, Bing. Dengan tautan eksternal, pengguna pun bisa share hasilnya dengan orang lain.

Pengguna pun bisa mengidentifikasi orang-orang yang tertarik pada topik sama, memantaufeeds teman, bergabung di "video parties" saat melihat video online bersama, dan berkomentar melalui fitur chat.

Menariknya, pengguna bisa masuk atau sign in ke So.cl melalui akun Facebook. Meski begitu, aktivitas di so.cl tidak akan muncul di akun Facebook, kecuali di-setting untuk muncul.

"Fakta bahwa So.cl ditujukan kepada para pelajar dengan memanfaatkan popularitas Facebook di awalnya menimbulkan asumsi bahwa ini merupakan klon dari Facebook," ucap Eden Zoller, kepala analis di konsultan teknologi Ovum.

"Tapi So.cl, seperti yang direncanakan Microsoft, didesain sebagai eksperimen untuk menjadi pelapis dari jejaring sosial yang telah ada," ujar Zoller.
Tingkatkan Bing
Selain itu, kehadiran So.cl pun diprediksi sengaja dihadirkan Microsoft untuk meningkatkan popularitas mesin pencari Bing. Sebagai perbandingan, berdasarkan data Comscore, mesin pencari Microsoft itu hanya mendapat pangsa pasar 15,4 persen, dibanding Google yang saat ini menguasai 66,5 persen.

Sebelumnya, Microsoft juga mengumumkan akan bekerja sama dengan Facebook dalam meningkatkan kinerja Bing. Caranya adalah dengan mengintegrasikan sejumlah tips di jejaring sosial itu ke hasil pencarian Bing.

Pengguna di AS akan diperlihatkan sidebar baru yang mengidentikasi teman yang bisa menjawab pertanyaan berdasarkan topik yang mereka suka (like) atau foto yang di-post.

Sebenarnya, Google juga berminat untuk bekerja sama dengan Facebook. Namun, Google masih keberatan dengan ketertutupan informasi pengguna Facebook, yang tidak ingin berbagi secara terbuka. (art)

Gunung Padang Misterius di Cilacap


VIVAnews - Di sebuah pegunungan di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Cilacap, ditemukan pula sebuah situs kuno yang juga disebut warga sekitar sebagai Gunung Padang. Situs megalitikum ini menampilkan struktur balok-balok batu segi empat, segi lima dan segi enam yang rebah ke arah timur.

 

Panjang rata-rata balok batu ini tiga sampai empat meter, tersusun sampai ketinggian 30 meter, lebar 15 meter dan panjang 20 meter.
Di sisi sebelah barat terdapat sebuah makam yang menurut warga sekitar adalah pembuat situs dan konon masih trah keturunan Kerajaan Pajajaran.

Di sebelah kiri dan kanan situs ini terdapat masing-masing gua. Juru kunci situs, Suganda, menyebut, gua sebelah kanan mengeluarkan wangi harum, sementara yang di sebelah kiri berbau amis. Gua-gua ini menjadi sasaran pertama atau peziarah belakangan ini ramai berkunjung.

Untuk menuju ke lokasi situs Gunung Padang dari Ibukota Kecamatan Majenang butuh waktu empat jam menuju ke desa terakhir yaitu Desa Cibeunying. Selanjutnya dari desa terahir menuju ke lokasi situs yang terletak di Desa Salebu harus berjalan kaki selama satu jam melintasi hutan.

Sementara itu, Hizi Firmansyah, seorang pemerhati lingkungan dan benda cagar budaya, mengaku sangat prihatin dengan kondisi situs Gunung Padang. Menurutnya, kondisinya sangat rusak dan tidak terawat. Hingga saat ini belum pernah ada perhatian dari pemerintah daerah untuk melakukan perhatian terhadap situs yang memiliki nilai sejarah yang tinggi ini.
Penyadaran Masyarakat
Sebelum semakin rusak parah, perlu ada penyadaran terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar situs untuk melakukan perhatian dan mulai menjaga dan merawat benda bersejarah tersebut. Selain warga, juga perlu ada campur tangan pemerintah daerah melalui dinas pariwisata untuk melakukan upaya terhadap benda purbakala yang jika dikelola dengan baik akan menjadi potensi pariwisata yang menarik.

Penemuan Gunung Padang di Majenang ini sendiri sudah sejak beberapa tahun lalu. Harian lokal Jawa Tengah, Suara Merdeka, menyatakan, situs ini terungkap pada 2008 lalu, di kawasan yang sebelumnya dianggap keramat oleh warga setempat.

Kini temuan Gunung Padang di Majenang ini jadi hangat lagi diperbincangkan menyusul terungkapnya sejumlah fakta baru mengenai Gunung Padang di Cianjur.
Temuan terbaru dari tim riset yang dikomandoi Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, menemukan fakta situs Gunung Padang adalah struktur yang dibuat manusia menyerupai punden berundak-undak, dengan usia pembangunan minimal 6.000 tahun yang lalu. (ren)

 

Stats

Translate

Label

Followers

Copyright 2010 Indonesian - All Rights Reserved.
Designed by Web2feel.com | Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com | Affordable HTML Templates from Herotemplates.com.